Close

Informasi
Kerjasama
Lanskap

Dapat Menghubungi
Sekertariat Forum Kelola

+ 1- (246) 333-0089

Padi

Luas panen tahun 2023 mencapai 37.050 hektare dengan produksi 194.710 ton gabah kering giling (GKG). Pada 2024–2025, produksi gabah diperkirakan 256.000–259.394 ton, dengan nilai ekonomi sektor padi mencapai Rp1,5–1,6 triliun. Sektor pertanian padi menyumbang 52% PDRB dan menciptakan surplus beras hingga 96.000 ton. Tantangan utama adalah kurangnya gudang dan mesin pengering, namun sektor ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan 80% masyarakat bergantung pada Pertanian.

Tahun Luas Panen (ha) Produksi (ton GKG) Produktivitas (kg/ha) Catatan
2015 35.741 175.862 4.920 BPS 2015
2016 35.767 177.510 4.963 BPS 2016
2017 ~36.000 ~180.000 ~5.000 Estimasi tren
2018 ~36.000 ~181.000 ~5.030 Estimasi tren
2019 ~36.500 ~184.000 ~5.040 Estimasi tren
2020 ~36.000 ~185.000 ~5.140 Estimasi tren
2021 ~36.000 ~186.000 ~5.170 Estimasi tren
2022 37.122 ~190.000 ~5.120 Dinas Pertanian, luas panen resmi
2023 37.050 194.715 5.255 BPS Sulsel
2024 ~37.000 ~200.000 Estimasi Estimasi, angka produksi

Jagung

Produksi jagung di Luwu Utara pada 2019 mencapai 36.309 ton, menempatkan daerah ini sebagai salah satu penghasil jagung utama di Sulawesi Selatan. Pada 2025, pemerintah daerah menargetkan lahan jagung seluas 6.000 hektare untuk program nasional.

Tahun Luas Lahan (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha)
2019 55.145 260.501 4.72
2020 53.571 220.401 4.11
2021 48.146 195.620 4.06
2022 56.441 200.720 3.97
2023 46.448 180.220 3.88
Rata-rata Produktivitas 4.14

Kakao

Luas lahan kakao meningkat hingga 40.814 hektare pada 2020, dengan produksi puncak 30.856 ton. Namun, pada 2021 terjadi penurunan luas lahan dan produksi akibat banjir, alih fungsi ke sawit, serta serangan hama dan penyakit. Produktivitas rata-rata 0,71 ton/ha masih di bawah potensi maksimal. Kakao menyumbang 22% PDRB sektor pertanian dan perkebunan (total 47% PDRB). Luwu Utara berkontribusi 30% produksi kakao Sulsel pada 2020. Pemerintah menyusun peta jalan lestari untuk meningkatkan produktivitas, didukung harga tinggi kakao, meski tantangan utama tetap bencana, hama, dan alih fungsi laha.

No Tahun Luas (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/Ha)
1 2017 39,413 26,235 670
2 2018 39,802 26,310 660
3 2019 - - -
4 2020 40,814.56 30,854.56 1,005
5 2021 38,367.04 28,573.37 991
6 2022 36,032.24 24,388.87 913
7 2023 34,022.86 22,710.89 911
8 2024 37,058.51 23,503.61 915

Kelapa Sawit

Pertumbuhan konsisten luas lahan sawit di Luwu Utara, dari 17.194 ha (2015) meningkat drastis menjadi 31.797 ha (2024) atau tumbuh 85% dalam 9 tahun. Produksi melonjak dari 46.321 ton (2015) menjadi 469.937 ton (2024), peningkatan 914%. Namun, produktivitas mengalami penurunan dari puncak 17,86 ton/ha (2020) menjadi 14,78 ton/ha (2024), menandakan tantangan dalam efisiensi produksi seiring perluasan lahan baru. Pertumbuhan lahan rata-rata 12,4% per tahun menunjukkan ekspansi agresif sektor sawit sebagai komoditas utama ekonomi daerah, meski perlu optimalisasi produktivitas untuk keberlanjutan jangka panjang. Produktivitas fluktuatif, dari 18,3 ton/ha (2018) turun ke 9,8 ton/ha (2020) dan 16,1 ton/ha (2021). Pada 2025, ditargetkan produktivitas 24 ton/ha melalui program peremajaan dan kerja sama dengan PPKS. Tantangan utama meliputi akses saprodi, pohon tua, dan persaingan dengan kakao.

No Tahun Luas (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/Ha)
1 2015 17.194 46.321 2,69
2 2016 18.458 67.058 3,63
3 2020 21.470,01 383.452,76 17,86
4 2021 23.988,42 386.174,60 16,10
5 2022 26.634,22 417.714,55 15,68
6 2023 28.234,49 434.948,04 15,41
7 2024 31.797,26 469.937,65 14,78

Kopi

Kopi di Luwu Utara mengalami pertumbuhan signifikan pada periode 2020–2024, dengan luas lahan meningkat dari 379,85 ha (2020) menjadi 671,67 ha (2024) atau tumbuh 77%. Produksi juga meningkat konsisten dari 363,73 ton (2020) menjadi 485,54 ton (2024), mencerminkan ekspansi sektor yang positif. Produktivitas mengalami peningkatan dramatis dibanding periode sebelumnya, mencapai rata-rata 1.118-1.129 kg/ha/tahun, hampir dua kali lipat dari produktivitas 2012-2016 yang hanya 620-644 kg/ha. Perkembangan industri juga mendukung sektor ini, dengan HINTARA Group mendirikan pabrik pengolahan kopi di Desa Muktisari dan Desa Banyu Urip yang mulai produksi akhir 2024.

No Tahun Luas (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/Ha)
1 2020 379,85 363,73 1.122
2 2021 580,67 473,70 1.118
3 2022 569,67 478,18 1.118
4 2023 570,67 479,30 1.118
5 2024 671,67 485,54 1.129

Informasi Lebih Lanjut ?

+

Info Forum Kelola Lanskap Kabupaten Luwu Utara Sekertariat Kelola.