Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Luwu Utara
LandRISE (Landscape-Driven Resilience and Income Strategies for Community Empowerment) adalah inisiatif selama satu tahun yang bertujuan mendukung komunitas rentan secara ekonomi yang hidup di lima lanskap pertanian dengan nilai ekologis tinggi.
Di seluruh lanskap yang kaya keanekaragaman hayati ini, komunitas pedesaan menjadi tulang punggung rantai pasok pertanian global, memproduksi komoditas seperti kopi, kakao, teh, minyak sawit, dan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Meskipun peran mereka sangat penting, komunitas-komunitas ini menghadapi tantangan seperti pendapatan rendah dan tidak stabil, keterbatasan akses terhadap kredit, tingginya pengangguran, degradasi lingkungan, serta dampak perubahan iklim yang semakin meningkat. Perempuan dan kaum muda khususnya mengalami kerugian ganda karena minimnya peluang ekonomi dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.
Rainforest Alliance mengusulkan LandRISE sebagai pendekatan berbasis lanskap yang mengintegrasikan kewirausahaan hijau, dana bergulir, mata pencaharian yang beragam, dan restorasi lingkungan. Inisiatif ini berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga dan pemberdayaan ekonomi dengan membantu perempuan dan pemuda memperkuat kapasitas mereka, meningkatkan produktivitas, membangun rantai nilai tahan iklim, memperluas akses pasar bagi usaha tani kecil, serta mendukung kegiatan restorasi dan inovasi ekonomi sirkular.
Proyek ini akan memperkenalkan dana bergulir di lima lanskap prioritas, memberikan pembiayaan yang mudah diakses dan berkeadilan bagi petani kecil, perempuan, serta usaha yang dipimpin oleh kaum muda. Dengan menjauh dari bantuan berbasis hibah tradisional, dana ini menciptakan siklus keuangan berkelanjutan yang mendorong masyarakat berinvestasi pada bisnis hijau, pertanian berkelanjutan, dan sumber pendapatan yang beragam. Strategi kolaboratif ini diperkuat dengan pelatihan kewirausahaan, program akses pasar, dan layanan pendampingan bisnis untuk memastikan bahwa usaha tidak hanya terbentuk tetapi juga tumbuh menjadi mata pencaharian yang menguntungkan dan tangguh.
Secara paralel, LandRISE akan memperluas program yang memberikan insentif terhadap konservasi sambil menciptakan pendapatan, dengan fokus kuat pada pekerjaan dan bisnis hijau. Setidaknya 500 usaha hijau berbasis komunitas akan didukung. Upaya ini mencakup praktik pertanian cerdas iklim serta program penanaman pohon berskala besar untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi, melindungi daerah aliran sungai, dan meningkatkan produktivitas pertanian jangka panjang.
Pada akhirnya, proyek ini menargetkan manfaat langsung bagi 10.000 petani, termasuk perempuan dan pemuda di seluruh lanskap, menciptakan efek berantai yang menjangkau seluruh komunitas. Melalui kemitraan dengan lembaga keuangan mikro, koperasi, pemerintah, dan sektor swasta, LandRISE akan membangun ekosistem dukungan yang kuat untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang melampaui periode hibah.
Dukungan dari The Coca-Cola Foundation akan memungkinkan Rainforest Alliance untuk memperluas model yang telah terbukti, memperkuat solusi berbasis komunitas, dan membangun kerangka kerja yang dapat direplikasi di wilayah lain di dunia. LandRISE tidak hanya meningkatkan mata pencaharian, tetapi juga mempromosikan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, memastikan manusia dan alam dapat berkembang bersama.
Wilayah Gunung Kenya, Kenya
Wilayah Sungai Sui, Ghana
Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia
Selva Maya, Meksiko
San Martin, Peru
1 April 2025 – 30 April 2026
Mata Pencaharian: Inklusi keuangan bagi perempuan, pemuda, dan masyarakat marginal.
Ketangguhan Iklim: Penciptaan lapangan kerja hijau.
Hutan dan Keanekaragaman Hayati: Perlindungan lingkungan.
Pertanian Regeneratif: Sistem pertanian yang tangguh.
Kegiatan proyek diharapkan dapat melayani:
Perempuan dan Pemuda: Akan mendapatkan akses ke pelatihan kewirausahaan, dana bergulir, dan peluang bisnis hijau.
Petani Kecil: Pekerja tani dan anggota koperasi tani akan mendapatkan akses ke inisiatif inklusi keuangan, jejaring pasar, dan pengembangan kapasitas. Ini mencakup produsen kopi, teh, kakao, minyak sawit, dan hasil hutan bukan kayu.
Meningkatkan pendapatan melalui pengembangan bisnis: Mendukung 10.000 perempuan dan pemuda dengan pelatihan kewirausahaan, jejaring pasar, dan konsultasi bisnis untuk memperkuat kegiatan penghasil pendapatan.
Meningkatkan inklusi keuangan melalui dana bergulir: Memperluas akses ke modal yang terjangkau bagi 5.000 anggota masyarakat dengan membentuk dana bergulir, dilengkapi dengan pelatihan literasi keuangan dan pemantauan.
Mendorong pengembangan bisnis hijau: Mendukung pembentukan dan pertumbuhan 500 perusahaan yang berkelanjutan secara lingkungan, menciptakan lapangan kerja bagi perempuan dan pemuda sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Memajukan konservasi yang dipimpin masyarakat melalui penanaman pohon: Memulihkan ekosistem dengan menanam 500.000 pohon di lima lanskap, didukung oleh pembibitan, pelatihan masyarakat, dan pemantauan jangka panjang.
Meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, dan akses pasar: Pelatihan petani mengenai praktik berkelanjutan dan koneksi dengan pemasok input pertanian akan memungkinkan petani mengadopsi praktik pertanian cerdas iklim dan regeneratif, yang meningkatkan hasil panen, ketahanan pangan, dan pendapatan rumah tangga.
The Coca-Cola Foundation (TCCF)
Boniface Mulandi, Manajer Proyek (bmulandi@ra.org)