Close
Warga HKM TOLIMOLA mendorong  Wirausaha Perhutanan Sosial Desa Sassa Lewat Budidaya Kakao Agroforestri
28
Jan 2026

Warga HKM TOLIMOLA mendorong Wirausaha Perhutanan Sosial Desa Sassa Lewat Budidaya Kakao Agroforestri

Anggota Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) TOLIMOLA di Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, mengikuti Workshop Kewirausahaan dan Keterampilan Bisnis pada 15 Januari 2026. Kegiatan yang digelar di wilayah tipologi bukit dan lembah ini merupakan kolaborasi antara Rainforest Alliance dan KPH Baliase melalui program Landrise. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil agar mampu mengelola hasil hutan secara berkelanjutan tanpa merusak fungsi ekosistem.

Dalam sesi "Vision Journey", sebanyak 19 peserta (14 laki-laki dan 5 perempuan) diajak memetakan transformasi dari petani tradisional menjadi pengusaha pembibitan dan agroforestri mandiri. Mereka menyusun rencana bisnis (Business Plan) yang fokus pada sektor pembibitan (nursery) serta tanaman kayu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Melalui bimbingan KPH Baliase, warga yang sebelumnya minim akses informasi kini mulai memiliki rencana seperti menanam tanaman pangan sayuran, menanam tanaman kakao dan usaha budidaya lainnya  untuk menciptakan sumber penghidupan baru di lokasi perhutanan sosial mereka. Turut hadir dalam kesempatan ini dari KPH Baliase Penyuluh Kehutanan Ibu Sulastri dan dari Landrise Program. 

Selain aspek bisnis, sebanyak 17 anggota HKM TOLIMOLA juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai konservasi pohon dan budidaya kakao dengan sistem agroforestri. Pelatihan ini mengajarkan cara bercocok tanam yang baik untuk tanaman sayuran dan kakao guna mendukung target besar penanaman 100.000 pohon di lanskap Luwu Utara. Program ini menekankan pentingnya hidup berdampingan dengan hutan kemasyarakatan, di mana kelestarian alam berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari target  Landrise untuk melatih 2.000 perempuan dan pemuda di bidang kewirausahaan hingga periode 2025/2026. Meski menghadapi tantangan pendataan demografi peserta muda, tim pelaksana akan melakukan pendampingan teknis serta survei dampak ekonomi secara berkala dalam enam bulan ke depan. Langkah ini dilakukan guna memastikan rencana usaha yang lahir dari workshop ini benar-benar berdampak positif terhadap pendapatan warga Sassa dan mempercepat pemulihan bentang alam melalui praktik kehutanan yang tepat.

 

Informasi Lebih Lanjut ?

+

Info Forum Kelola Lanskap Kabupaten Luwu Utara Sekertariat Kelola.